Written by Admin Category: berita internal
Published Date Hits: 451
Print

Kurniawan M.Si, laboran yang dimiliki Fakultas Keguruan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Purwokerto (FKIP UMP), berhasil menjadi terbaik di pemilihan Tenaga Pendidik dan Non Pendidik Berprestasi 2016 Kopertis Wilayah VI, beberapa hari lalu. Sosoknya yang santun dan penuh kesadaran ini, hanya berucap syukur saat memperoleh label terbaik di wilayah Jawa Tengah tersebut.

“Syukur Alhamdulillah, terimakasih untuk semua dan mohon doanya untuk langkah selanjutnya, Amien,” cuit dia dalam akun Facebooknya, beberapa jam lalu (2/8).

Kurniawan yang telah bekerja di UMP sejak 2008 lalu itu berhak mewakili Kopertis Wilayah VI di Pemilihan Diktendik Berprestasi tingkat nasional, yang akan diselenggarakan dalam waktu dekat. Saat ini, ia tengah mempersiapkan diri menginovasi materi dan memenuhi persyaratan selanjutnya. “Ini persembahan kecil untuk kemajuan institusi UMP Purwokerto yang Unggul, Modern dan Islami. Semoga semangat “UMP Makin Mendunia” benar-benar terwujud, Amien,” ungkapnya.

Kurniawan menjadi juara pertama setelah mendapatkan nilai tertinggi untuk karya inovatifnya. Pada kompetisi tersebut, UMP juga mengirimkan dosen terbaiknya Dr. Asmiyenti Djaliasrin Djalil, menjadi terbaik ketiga. Serta Galih Wicaksono, terpilih jadi sepuluh terbaik. (Gun)

 
Written by Admin Category: berita internal
Published Date Hits: 810
Print

Di usianya yang ke 51 Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) telah menjadi salah satu perguruan tinggi swasta besar di wilayah Jawa Tengah. Hal ini ditandai bukan hanya dari jumlah mahasiswanya yang  setiap tahun terus meningkat, tetapi juga dari kepercayaan publik yang semakin baik. Mahasiswa UMP saat ini sudah datang dari 33 provinsi di Indonesia. Fakta ini menunjukkan bahwa nama UMP sudah menyeberang jauh di luar batas provinsi. Bukan hanya itu, dari sekitar 10.000 mahasiswa yang terdaftar, terdapat juga mahasiswa asing asal Thailand dan Korea Selatan.

Di bawah kepemimpinan Wakil Rektor 1, Bidang Akademik, Anjar Nugroho, SAg, MSI, UMP semakin menguatkan dirinya sebagai center of excellence within the region (uswah hasanah, pusat keunggulan) di bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat serta sebagai driving force (kekuatan penggerak) gerakan dakwah dan tajdid Muhammadiyah. “Di usia ke 51, UMP menunjukkan keunggulan di berbagai bidang, termasuk bidang akademik,” ungkapnya. Beberapa contoh kemajuan yang sudah dicapai di antaranya adalah pada sistem informasi akademik terpadu, pengembangan mutu proses dan evaluasi pembelajaran, pengembangan kegiatan dan karya ilmiah, pengembangan layanan perpustakaan berbasis internet, serta penyempurnaan kebijakan dan peraturan akademik.

Jika dilihat dari jumlah mahasiswa ada peningkatan yang cukup signifikan. Jumlah mahasiswa baru tahun akademik 2015-2016 sebanyak 2.708 mahasiswa, terdiri dari 11 mahasiswa program S-2, 2.353 mahasiswa program S-1, 145 mahasiswa program D-3, 119 mahasiswa program pendidikan profesi apoteker, dan 80 mahasiswa program pendidikan profesi ners. Sedangkan sumlah mahasiswa terdaftar (student body) UMP sampai saat ini sebanyak 12.496 mahasiswa terdiri dari 60 mahasiswa program S-2, 11.566 mahasiswa program S-1, 585 mahasiswa program D-3, 187 mahasiswa program pendidikan profesi apoteker, dan 98 mahasiswa program pendidikan profesi ners. Pada tahun akademik 2015-2016 dari 5.343 pendaftar di UMP, sebanyak 3.924 yang dinyatakan diterima dan yang melakukan registrasi sebanyak 2.708 calon mahasiswa. Mengenai seleksinya, UMP melakukan seleksi yang ketat untuk mendapatkan input yang berkualitas. Seleksi penerimaan calon mahasiswa baru UMP dilaksanakan melalui seleksi Tes Masuk dengan sistem CBT (Computer Based Test) dan bekerjasama dengan sekolah-sekolah tertentu untuk pendaftaran calon mahasiswa baru di sekolah masing-masing melalui Jalur Minat dan Prestasi. Mengenai mutu keluaran, sampai dengan Februari 2016, UMP telah meluluskan 26.626 orang yang terdiri dari  155 Magister, 18.924 Sarjana (S-1), 3.128 Ahli Madya (D-3), 1.553 Ahli Muda (D-2), 1.089 Apoteker, 445 Ners, dan 1.332 Akta Mengajar (Akta IV). Pada tahun 2015-2016, Indeks Prestasi lulusan di atas 3,0 sebesar 84.31 %. 

Anjar juga menjelaskan ada beberapa hal yang ditekankan dalam bidang akademik. Pertama, pengembangan kurikulum. Pengembangannya dilaksanakan secara periodik dan disesuaikan dengan Visi UMP yakni Unggul, Modern, dan Islami. Untuk mewujudkan visi tersebut, maka kurikulum yang dikembangkan di UMP juga mewajibkan kepada seluruh mahasiswa program S-1/D-3 kecuali Pendidikan Bahasa Inggris dan Sastra Inggris untuk menempuh program pengayaan Bahasa Inggris selama 4 semester sehingga lulusan memiliki kemampuan berbahasa Inggris yang merupakan Bahasa Internasional. Dilakukan pula peningkatan berbagai sarana pendukung untuk membekali lulusan keunggulan di bidang akademik dan non akademik serta mampu mandiri untuk terjun ke dunia kewirausahaan. Selain itu, diintensifkan kegiatan mentoring sebagai prasyarat menempuh mata kuliah Studi Islam I dan mengadakan kegiatan berupa kajian-kajian Al Islam dan Kemuhammadiyahan dalam rangka mewujudkan lulusan yang berakhlak mulia. Kedua, kualitas sumber daya manusia. Sampai dengan Februari 2016, UMP memiliki 334 dosen tetap, 5 diantaranya berkualifikasi Guru Besar, selain itu yang berkualifikasi Lektor Kepala sebanyak 43 dosen, Lektor sebanyak 89 dosen, dan Asisten Ahli sebanyak 55 dosen. Pada tahun 2015, sebanyak 15 dosen UMP berhasil lolos sertifikasi sebagai pendidik profesional, sehingga jumlah dosen yang sudah tersertifikasi sebanyak 134 orang. 

Pada tahun 2016 seluruh dosen muda UMP yang masih S-1 diarahkan untuk melanjutkan studi pada program Magister (S-2) dengan memanfaatkan fasilitas beasiswa BPPS bagi yang sudah memiliki NIDN dan beasiswa unggulan Dikti, serta dukungan beasiswa UMP bagi yang belum memenuhi beasiswa tersebut. Dosen yang sedang menempuh tugas belajar sebanyak 84 orang, dengan perincian menempuh S-2 di dalam dan di luar negeri sebanyak 27 orang dan menempuh S-3 di dalam dan di luar negeri sebanyak 57 orang. “Untuk meningkatkan kompetensi dan karier dosen UMP serta memenuhi tuntutan UMP, maka ada kewajiban bagi dosen UMP yang usianya di bawah 35 tahun, belum S-3, untuk melakukan studi lanjut S-3 luar negeri,” jelasnya. Untuk keperluan tersebut UMP menyiapkan tim pendamping studi lanjut luar negeri dosen muda. Untuk dosen yang berusia 36 - 50 tahun, belum berkualifikasi akademik S-3, dan belum studi lanjut S-3 untuk studi lanjut di dalam negeri atau di luar negeri. Sedang untuk pendidik dan dosen tetap UMP yang berkualifikasi akademik S-1 untuk melanjutkan studi lanjut S-2 hingga akhir tahun 2017.

Peningkatan dan pembinaan tenaga akademik selain melalui studi lanjut, juga dilakukan melalui lokakarya dan pelatihan sejak orientasi pegawai baru dan dilanjutkan pengembangan karier dan promosi sesuai dengan bidangnya, serta pengiriman dosen untuk mengikuti magang dan seminar, baik di tingkat regional, nasional, maupun internasional. UMP juga memiliki rencana jangka panjang (roadmap) untuk menjadi World Class University (WCU) guna meningkatkan daya saingnya secara nasional dan internasional, untuk mencapai cita-cita WCU tersebut diperlukan ketersediaan jumlah dan mutu dosen yang berkualitas, yang tidak hanya memiliki penguasaan keilmuan tetapi juga harus menghasilkan karya akademik yang produktif dan bermanfaat. Untuk meningkatkan jumlah dan mutu karya akademik dosen tersebut, UMP memberikan insentif akademik bagi dosen dalam lomba akademik, penerbitan artikel ilmiah popular di koran/majalah, publikasi ilmiah, paten/varietas/desain industri, teknologi tepat guna, buku, dan prototype/model pembelajaran/karya seni. Saat ini dosen UMP yang berpendidikan S-1 sejumlah 51 orang, berpendidikan S-2 sejumlah 257 orang, dan berpendidikan S-3 sejumlah 26 orang.

Selain itu, Anjar juga menekankan peningkatkan kualitas pendidikan dengan mengoptimalkan beberapa unit terkait seperti Pusat Bahasa yang juga telah melaksanakan beberapa program unggulan berkaitan dengan pelatihan dan pengayaan bahasa Inggris, Lembaga Penjaminan Mutu dan Pengembangan Aktivitas Instruksional (LPMPAI) yang fokus pada peningkatan koordinasi dan sinkronisasi tugas pokok dan fungsi Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) dan Pusat Peningkatan dan Pengembangan Aktivitas Instruksional (P3AI) UMP sebagaimana SK Rektor nomor A8.VIII/21-S.Kep/UMP/I/2016 tanggal 30  Januari 2016, 2 (dua) lembaga tersebut digabungkan menjadi satu lembaga dengan nama LPMPAI. Sebelum penggabungan LPM dan P3AI. Tidak kalah ketinggalan juga Lembaga Pengkajian dan Pengamalan Islam (LPPI), Anjar mendorong LPPI agar dapat lebih melakukan Islamisasi Kampus Islamisasi kampus merupakan usaha menciptakan misi Keislaman di kampus dan melakukan monitoring,  evaluasi nilai-nilai Keislaman dan Kemuhammadiyahan di seluruh civitas akademika. Untuk mendorong berkembangnya kemampuan dan minat dosen untuk mempublikasikan hasil karya tulisnya baik berupa hasil penelitian atau non penelitian, serta yang diperlukan oleh Universitas, Anjar juga menginisiasi didirikannya Lembaga Publikasi Ilmiah dan Penerbitan (LPIP) melalui SK Rektor nomor A8.VIII/10-S.Kep/UMP/I/2016 tanggal 30 Januari 2016.

Anjar yang juga mantan Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni juga mengoptimalkan pengembangan perpustakaan dengan melakukan penambahan koleksi bukunya. Koleksi Perpustakaan UMP mencakup buku, jurnal, dan majalah. Pada tahun 2015-2016 diadakan penambahan buku-buku Perpustakaan sebanyak 3.006 judul dengan jumlah eksemplar sebanyak 5.124 eksemplar. Dengan demikian jumlah keseluruhan koleksi buku Perpustakaan UMP sebanyak 34.159 judul dengan jumlah  eksemplar sebanyak 76.502.

Mengenai sistem penjaminan mutu perguruan tinggi, Anjar menekan perbaikan akreditasi program studi secara berkesinambungan. Pada tahun akademik 2015-2016, UMP membuka penerimaan mahasiswa baru untuk 11 fakultas yang terdiri dari 29 program studi, 2 Program Profesi  yaitu Program Pendidikan Profesi Apoteker dan Program Pendidikan Profesi Ners, dan 1 Program Pascasarjana yaitu Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia.  Sampai dengan tahun akademik 2015-2016, program studi yang terakreditasi  sebanyak 28 program studi yang terdiri dari 1 program studi pada Program Pascasarjana, 9 program studi pada FKIP, 2 program studi pada Fakultas Agama Islam, 3 program studi pada Fakultas Ekonomi dan Bisnis, 4 program studi pada Fakultas Teknik, 2 program studi pada Fakultas Pertanian,1 program studi pada Fakultas Psikologi, 1 program studi pada Fakultas Farmasi, 1 program studi pada Fakultas Hukum, 1 program studi padaFakultas Sastra,  3 program studi pada Fakultas Ilmu Kesehatan, dan 2 Program Profesi yakni Program Profesi Apoteker dan Profesi Ners. Sedangkan program studi Pendidikan Dokter S-1 saat ini sedang dalam proses menunggu visitasi BAN PT. 

Di bidang penelitian dan pengabdian masyarakat, Anjar juga melakukan beberapa terobosan. Pengelola bidang ini adalah Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat (LPPM). Di bidang penelitian, pada tahun akademik 2015-2016, UMP telah menyediakan dana untuk penelitian sebanyak Rp 1.067.500.000,- yang dialokasikan untuk berbagai skim penelitian. Alokasi dana Penelitian Pemula sebanyak Rp 390.000.000,- untuk 130 judul yang terbagi menjadi 2 (dua) tahap. Pada tahap I telah disetujui sebanyak 42 judul dengan jumlah dana terserap sebanyak Rp 125.250.000,-. Sedangkan tahap 2 akan dilaksanakan pada bulan Maret 2016 dengan alokasi dana yang masih belum diserap pada tahap I. Alokasi dana untuk Penelitian Hibah Unggulan Kompetitif UMP sebanyak Rp 225.000.000,- untuk 30 judul. Alokasi dana untuk Penelitian Hibah Doktor UMP sebanyak Rp 30.000.000,- untuk 3 judul. Selain itu, pada tahun akademik 2015-2016 disediakan dana tambahan sebanyak Rp 400.000.000,- untuk skim penelitian Hibah Percepatan Guru Besar (3 judul), Hibah Pengembangan Prodi (32 judul), Penelitian Pusat Studi (10 judul), Penelitian Hibah Pascasarjana (3 judul), dan Riset Intitusional (4 judul).

Sedangkan di bidang pengabdian masyarakat, pada tahun akademik 2015-2016, UMP juga menyediakan dana untuk kegiatan Pengabdian pada Masyarakat. Dana untuk program Ipteks bagi Masyarakat (IbM) sebanyak 130 judul dengan total dana sebanyak Rp 325.000.000,- yang terbagi menjadi 2 (dua) tahap. Pada tahap I telah disetujui sebanyak 65 judul dengan jumlah dana terserap sebanyak Rp 162.500.000. Sedangkan alokasi dana tahap 2 akan dilaksanakan pada bulan Maret 2016 dengan alokasi dana yang masih belum diserap pada  tahap I. Untuk dana Program Kemitraan, LPPM UMP mengadakan kegiatan Pemberdayaan warga Muhammadiyah, dengan sasaran Pemuda Muhammadiyah, Warga Ranting Muhammadiyah dan Aisyiyah di Desa Limpakuwus dan Datar Kecamatan Sumbang, Desa Dukuhwaluh dan Bojongsari Kecamatan Kembaran, lain-lain sebanyak 8 judul dengan dana yang terserap Rp 60.000.000,-. Selain itu, LPPM juga mengkoordinasi pelaksanaan kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) pada tahun akademik 2015-2016 semester Gasal yang diikuti mahasiswa UMP sebanyak 673 peserta dengan lokasi kegiatan di dua Kabupaten, yaitu Kabupaten Purbalingga, dan Cilacap. Pelaksanaan KKN di Kabupaten Purbalingga meliputi Kecamatan Bukateja, Pengadegan, dan Kejobong. Sedangkan pelaksanaan KKN di Kabupaten Cilacap meliputi Kecamatan Cilacap Selatan, Cilacap Tengah, Cilacap Utara, Jeruk Legi, dan Kesugihan. Sumber dana untuk kegiatan KKN berasal dari mahasiswa, Pemda Purbalingga, Yayasan Damandiri Jakarta, PT. Holcim Cilacap, dan swadaya masyarakat. Total dana yang terhimpun untuk pelaksanaan kegiatan KKN sebesar Rp 314.527.126,-.Adapun sumber dana kegiatan pengabdian pada masyarakat berasal dari dana internal UMP dan sumber dana eksternal (non UMP), yaitu DRPM Kemenristek Dikti. Secara umum Anjar memastikan beberapa indikator bidang akademik telah mengalami kenaikan yang cukup memuaskan. Anjar akan selalu memantapkan komitmennya untuk melakukan yang terbaik, memantapkan langkah UMP menuju WCU di tahun 2031. (Pra)

 

 

 
Written by Admin Category: berita internal
Published Date Hits: 881
Print

Sumber : www.ump.ac.id

Berbicara tentang kemajuan Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) di usianya yang ke 51 juga tidak terlepas dari Bidang kemahasiswaan dan Alumni. Sejak terpilih di tahun 2015 lalu sebagai Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, Ir. Aman Suyadi MP, mantan Kepala Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) mulai menargetkan beberapa hal yang mantap untuk kemajuan bidangnya. Aman menguatkan arah dan orientasi pembinaan kemahasiswaan di UMP melalui pAl-Islam dan Kemuhammadiyahan, softskills, dan prestasi mahasiswa. 

Biro yang ada di bawah koordinasinya adalah Biro Kemahasiswaan dan Alumni (BKA). Melalui biro ini, Aman ingin unit terkait berada dibawahnya dapat semakin mengejewantahkan cita-cita besar UMP, menuju World Class University (WCU) di tahun 2013. Ada 5 lembaga yang ada dibawah BKA yaitu 1). Career Development Center (CDC) menangani pengembangan karir dan kewirausahaan, 2). Student Advisory Center (SAC) yang mempunyai tugas memberikan pendampingan pada mahasiswa dalam menyelesaikan studinya, 3). Student Scientific Center (SSC) berkonsentrasi melakukan pembinaan bagi para mahasiswa untuk dapat menghasilkan karya ilmiah dan menyelenggarakan pemilihan mahasiswa berprestasi, 4). Student Training Center (STC) menangani pengembangan softskill para mahasiswa dengan merancang dan menyelenggarakan berbagai Training, seperti BEST (Becoming Excellent Student Training), SMART (Softskills Management and Resolution Training), dan SUCCESS (Spiritual Up  & Career Competencies Empowering by Soft Skills), dan 5).Alumni Center (AC) bagian yang secara terus menerus membangun komunikasi dengan para alumni serta melaksanakan tracer study dalam rangka mendukung pengembangan universitas termasuk untuk kepentingan akreditasi program studi/fakultas.

Aman memastikan semua lembaga tersebut harus mampu melayani mahasiswa dengan baik, menuju arah pembinaan mahasiswa yang terintegrasi dalam Pedoman Kegiatan Ekstra-Ko Kurikuler Mahasiswa. Aman menghidupkan pengembangan minat dan bakat mahasiswa UMP melalui berbagai wadah Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) sebagai unit kegiatan untuk mengasah minat dan bakat serta prestasi mahasiswa di berbagai bidang. UKM mendapat fasilitas berupa pendanaan yang cukup, sarana dan prasarana sekretariat, gedung PKM (Pusat Kegiatan Mahasiswa), pembimbing dan pelatih bertaraf nasional. Tercatat, sampai dengan hari ini ada 15 UKM siap menampung minat dan bakat mahasiswa yaitu Mahasiswa Pecinta Alam (Mapala) Satria, Broadcasting Gradiosta, Teater Perisai, Koperasi Mahasiswa (Kopma) Lebah, Galeri Seni dan Budaya (Gasebu), Lembaga Dakwah Kampus (LDK) Al-Kahfi, Pramuka, Olah Raga, Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Bhaskara, Bela Diri(Tapak Suci, Karate, Tae Kwon Do), Pikma Youth Center, English Voice Organization (EVO), Paduan Suara, Gerakan Kepanduan Hizbul Wathan, dan Kebencanaan.

Aman memahami, untuk menciptakan mahasiswa yang sarat prestasi, UMP tidak boleh diam begitu saja. UMP harus ambil bagian menciptakan lingkungan yang kondusif, mendukung mahasiswa untuk berprestasi. Berkaitan dengan hal itu, Aman memantapkan kerjasama dengan Kepolisian Daerah Jawa Tengah dalam bentuk Forum Kemitraan Polisi, Masyarakat, dan Mahasiswa (FKPMM). Forum ini bertujuan menciptakan lingkungan kampus yang kondusif dengan kerjasama yang harmonis antara kedua institusi. Adapun untuk pencegahan, pemberantasan, penyalahgunaan,dan peredaran narkotika, psikotropika dan bahan adiktif lainnya di kampus, Aman mendorong UMP untuk bekerjasama dengan Badan Narkotika Nasional Kota dan Kabupaten (BNNK) Banyumas. Aman juga sedang mendorong program andalan lain untuk memberikan lingkungan yang baik pada mahasiswa yaitu dengan cara mengimplementasikan sistem pengelolaan asrama dan pemondokan mahasiswa melalui rumah susun sewa sederhana (rusunawa) dan sportorium. 

Nama besar perguruan tinggi tidak terlepas dari prestasi mahasiswanya. Maka dari itu Aman mendorong mahasiswa agara selalu menjadi tradisi juara mahasiswa UMP. Upaya tersebut membuahkan hasil, dalam beberapa tahun terakhir, prestasi mahasiswa UMP meningkat, baik di tingkat lokal, nasional ataupun internasional.  Di bidang penalaran, pada tahun 2015 - 2016 telah diterima 13 buah proposal PKM 5 Bidang yang didanai dari Hibah Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Ditjen DIKTI) Kementerian Pendidikan Nasional.  Selain itu juga beberapa karya tulis ilmiah mahasiswi UMP berhasil menjadi juara 2 dalam seleksi Musabaqah Tilawatil Qur’an Mahasiswa Tingkat Kopertis Wilayah VI Jawa Tengah tahun 2015 dan juara 2 Lomba Karya Seni Esai Nasional Tahun 2015. 

Di bidang olahraga dan seni tingkat regional, mahasiswa UMP berhasil ukir prestasi di 18 kejuaraan yaitu terbaik 1  dan juara 2 lomba pidato kependudukan tingkat provinsi Jawa Tengah tahun 2015, juara 1 tenis meja POMDA Provinsi Jawa Tengah 2015, juara 1 MTQ tingkat Kopertis Wilayah VI Jawa Tengah 2015, juara 2 volley ball putra dan putri dalam turnamen volley ball Serulingmas cup 2015 antar PT se-Jawa Tengah, juara 2 pencak silat POMDA Provinsi Jawa Tengah 2015, juara 3 tunggal putra, ganda putri dan ganda putra dalam POMDA Provinsi Jawa Tengah 2015, juara 3 pencak silat (kelas D, kelas E putra putri, Kumite-60 Kg  putra putri dan beregu putra) POMDA Provinsi Jawa Tengah 2015, dan juara 3 tenis meja (putra dan ganda campuran) POMDA Provinsi Jawa Tengah tanggal 2015.

Sedangkan di tingkat nasional, UMP torehkan juara dalam 11 kejuaraan yaitu juara 1 taekwondo (under 68, 63, 50, 53, 57 dan poomsae), Kejuaraan Taekwondo Sumpah Pemuda Tahun 2015, GOR Popki Cibubur, Jakarta, runner up debat bahasa Inggris dalam National University Debating Championship (NUDC) on Coordination of Private Higher Education Region VI Central Java, juara 3 debat mahasiswa dalam Pagelaran Pendidikan Dasar Nasional Tahun 2015,  juara 3 dan harapan 1 baca puisi Pekan Seni Mahasiswa PTM se-Indonesia 2015, juara 3 tenis meja Invitasi Olahraga Nasional antar PT UNY Cup 2015, juara 2 (MTQ), juara 2 serta juara 4 (pidato bahasa Inggris), juara 2 (pidato bahasa Arab) serta juara 2 (pidato bahasa Indonesia) dalam Asosiation Islamic Competition antar mahasiswa PAI tingkat nasional 2016. Pada bidang ekstrakurikuler, prestasi yang diraih mahasiswa UMP di tingkat regional adalah juara 3 Lomba Wana Lestari Provinsi Jawa Tengah Tahun 2015 dan juara 3 Kader Konservasi Alam Lomba Wana Lestari Provinsi Jawa Tengah Tahun 2015.

Aman mengungkapkan UMP juga memberikan perhatian yang besar pada mahasiswa berprestasi. Sejumlah penghargaan dan beasiswa diberikan pada mereka. Mengenai kesejahteraan mahasiswa lainnya, bidang kemahasiswaan dan alumni UMP memiliki beberapa program andalan seperti pemberian beasiswa dari Kopertis Wilayah VI Jawa Tengah dan beasiswa universitas (beasiswa    Program    Prestasi    Akademik/PPA, beasiswa Bantuan  Belajar  Mahasiswa/BBM, beasiswa  Kader Muhammadiyah, beasiswa hafidz Al Quran dan beasiswa prestasi nasional). Beberapa fasilitas lain yang didapatkan oleh mahasiswa UMP adalah konsultasi psikologi gratis, layanan internet 24 jam, program jaminan kesehatan mahasiswa dan tali asih untuk mahasiswa dan orang tua mahasiswa yang meninggal dunia. “UMP memiliki komitmen untuk mencetak generasi unggul, modern dan Islami. Bidang Kemahasiswaan dan Alumni UMP siap ambil peran aktif mewujudkan mahasiswa yang makin mendunia,“ tandasnya mantap. (Pra)

 

 

 
Written by Admin Category: berita internal
Published Date Hits: 793
Print

Sumber : www.ump.ac.id

Kemajuan Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) yang makin unggul,modern dan Islami juga tidak terlepas dari bidang pengembangan, kerjasama dan Al Islam Kemuhammadiyahan. Bidang ini muncul sebagai  respon  dari  dinamika perkembangan dunia pendidikan. Dalam struktur organisasi pengelolaannya, bidang pengembangan, kerjasama, Al Islam dan Kemuhammadiyahan dikendalikan oleh Wakil Rektor IV BidangPengembangan, Kerjasama, Al Islam dan Kemuhammadiyahan yang mengkoordinasikan kepada Biro Pengembangan dan Kerjasama, Biro Teknologi, Informasi, dan Komunikasi (BTIK), Lembaga Pengkajian dan Pengamalan Islam (LPPI), dan Pusat Humas dan Promosi.

Pada Biro Pengembangan dan Kerjasama membawahi bidang Perencanaan dan Pengembangan, Kerjasama dalam negeri, dan Kantor Urusan Internasional. Adapun Biro Teknologi, Informasi, dan Komunikasi  (BTIK) membawahi bidang Sistem Informasi, Jaringan dan Komunikasi, dan Web dan Sosial Media. Sedangkan Lembaga Pengkajian dan Pengamalan Islam (LPPI) membawahi bidang Pengkajian dan Publikasi, PPAIK, Pengajaran AIK dan Sekolah Kader, dan Konsultasi Agama dan Layanan Masyarakat. Untuk Pusat Humas dan Promosi membawahi bidang Humas, Promosi, dan Protokoler.

Wakil Rektor Bidang Pengembangan, Kerjasama dan AIK UMP Ns. Jebul Suroso, MKep mengatakan ada beberapa hal yang telah tercapai dalam beberapa bulan terakhir. Jebul menginisiasi biro Pengembangan dan Kerjasama (BPK) untuk melakukan berbagai program kerja yang mendukung target UMP menjadi World Class University (WCU) di tahun 2031. Beberapa hal yang telah dilakukan yaitu membuka komunikasi dengan AUAP (Association of Universities of Asia and the Pasific), kerjasama serta melaksanakan Pengajaran Bahasa Indonesia di Sofia University Bulgaria, pengembangan program Double Degree ke NIIT-India, dan kerjasama dalam bidang Ilmu Kesehatan dengan National Cheng Kung University Tainan-Taiwan. 

Jebul menjelaskan hasil kegiatan kerjasama dan promosi tersebut telah berhasil membuka kerjasama baru antara UMP dengan PT/instansi di LN diantaranya kerjasama UMP-Cebu Normal University, Philippine, UMP-IIUM, Malaysia dalam pendirian Halal Food Centre, National Cheng Kung University Tainan, Mahidol University Thailand, Khon Kaen University, Thailand dan Tongren University, China. Tidak hanya wilayah Asia, UMP juga jalin kerjasama dengan perguruan tinggi Eropa seperti, Sofia University Bulgaria, Plodiv University Bulgaria, University of Groningen Belanda. Terbaru, UMP juga jajaki kerjasama dengan Universiti Pendidikan Sultan Idris Malaysia dalam bidang studi lanjut Program Doktor (S-3). Jebul memastikan, pemilihan perguruan tinggi tersebut terintegrasi pada sasaran yang sesuai dengan kebutuhan UMP.

Dalam bidang pertukaran mahasiswa, pada tahun akademik 2015 – 2016 Jebul juga berhasil menginisiasi peningkatan jumlah mahasiswa asing yang melaksanakan studi UMP yang berasal dari negara Thailand, Maroko dan New Zealand. “Suasana ini sangat berperan dalam mengembangkan dan menciptakan atmosfir internasional di kampus UMP,” katanya. Di samping itu, untuk semakin memantapkan iklim internasionalisasi yang ada di UMP bidang 4 juga mendatangkan sejumlah pakar dari luar negeri yaitu kunjungan Fujikawa Yoshinori, Ph.Ddan Dr. Tuswadidari Hiroshima University, Jepang dalam rangka International Public Lecture pada bulan Oktober 2015, kunjungan Prof. Aaron Wilson, Auckland University, New Zealand dalam rangka international conference dan kuliah tamu bagi dosen dan guru PAUD di Purwokerto pada 8 Oktober 2015 dan penerimaan intern staf atas nama Garett Griffith dari Utah, USA, Johan Mark Berends dari Belanda, Souhaila Guedira dari Morocco dan Sareenah Amir dari New Zealand.

Jebul juga memahami, internasionalisasi akan menjadi sebatas slogan jika tidak didukung oleh teknologi informasi dan internet yang memadai. Oleh karena itu melalui Biro Informasi, Teknologi, dan Komunikasi (BTIK) Jebul mengoptimalkan lini dengan baik. Menurutnya, seiring dengan kemajuan teknologi dan meningkatnya jumlah mahasiswa di UMP, maka kebutuhan akses internet juga mengalami peningkatan. Oleh karena itu UMP berkejasama dengan PT Telkom telah meningkatkan kapasitas bandwith dan juga meningkatkan akses internet melalui pengadaan sejumlah hotspot. “Saat ini semua gedung di UMP sudah terhubung dengan jaringan internet melalui layanan hotspot sehingga dapat diakses dari setiap ruang,” jelasnya. Selain kapasitas internet beberapa hal lain yang telah dilaksnakan adalah peningkatan layanan hardware, software dan sistem informasi yang terintegrasi dengan baik.

Sedangkan dari Pusat Humas dan Promosi, Jebul menekankan beberapa hal vital yang memberikan impact besar bagi citra positif UMP. Beberapa hal tersebut adalah optimalisasi media luar ruang (video tron dan baliho), media daring (website dan media sosial lain),  kerjasama dengan media cetak dan televisi serta pembuatan sejumlah media promosi lain yang mendukung terciptanya corporate image building.

Tidak berhenti disitu, untuk mencapai target UMP makin mendunia, menuju WCU, Jebul merencanakan sasaran berikutnya yaitu penguatan dan pengembangan kerjasama internasional.  Saat ini, jumlah MoU kerja sama dalam negeri untuk kepentingan Tri Dharma Perguruan Tinggi kurang lebih hampir mencapai 150 MoU. Jebul memastikan, bidang pengembangan, kerjasama dan AIK UMP akan semakin memantapkan langkahnya untuk mendukung cita-cita UMP, makin mendunia. (Pra)

 

 

 

 
Written by Admin Category: berita internal
Published Date Hits: 869
Print

Sumber: www.ump.ac.id

“Bekerja harus memliki target, tidak hanya sebatas rutinitas, menyamakan persepsi bahwa kemajuan UMP adalah dukungan semua elemen yang harus diwujudkan,”

(Drs. Joko Purwanto, MSi)

 Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) kini telah berubah menjadi salah satu perguruan tinggi yang diperhitungkan di Indonesia. Catat saja, menurut hasil survei Webometrics, laman resmi perengkingan pendidikan tinggi di dunia. Tahun lalu, UMP menempati peringkat 30 besar perguruan tinggi berkualitas di Indonesia. Di lain sisi, juga mendapatkan posisi lima besar Perguruan Tinggi Muhammadiyah PTM terbaik di Indonesia.

Bukan perkara mudah mendapatkan label hingga setinggi yang diraih UMP saat ini. Pengorbanan, kerja keras, dan do’a yang tidak pernah putus menjadikan UMP berada di posisi tersebut. Secara kasat mata, UMP telah berubah menjadi perguruan tinggi berkualitas. Ini terbukti dari sarana prasarana, SDM, dan model pengajaran yang lengkap serta bermutu.

Tercatat mahasiswa UMP diangka belasan ribu. Untuk mendukung mahasiswa sejumlah itu, UMP menyediakan dosen dengan S-2 sebanyak 237, 21 bergelar doctor, serta lima  Profesor. Selebihnya, tengah melanjutkan tugas belajar S-2 dan S-3 di dalam dan luar negeri sejumlah 75 orang. Favoritnya UMP ditopang dengan bervariasinya fakultas dan program studi. Terdapat sebelas fakultas, dengan 33 program studi. Dosen dengan S-2 sebanyak 237, 21 bergelar doktor. Serta lima  Profesor. Selebihnya, tengah melanjutkan tugas belajar S-2 dan S-3 di dalam dan luar negeri sejumlah 75 orang. Ditambah lagi, UMP tengah menjalankan program dengan sejumlah negara di Eropa, Asia, dan Afrika.

Ternyata tidak berhenti di situ, UMP dengan nafas Unggul, Islami, dan Modern-nya, terus melakukan pengembangan kualitas SDM, sarana dan prasarana. Ini karena, UMP memiliki capaian lebih tinggi, yakni “World Class University”. Target tersebut sangat sulit, tapi bukan berarti mustahil. Harus ada langkah nyata untuk merealisasikannya, dan UMP telah menjalankannya. Beberapa tahun terakhir UMP berhasil mengembangkan sarana penunjang pendidikan, yakni laboratorium terpadu, rumah sakit, masjid, gedung serba guna, gedung fakultas teknik, SD UMP, pengembangan alat laboratorium, dan peningkatan kompetensi SDM.

Menurut Wakil Rektor Bidang Administrasi Umum, Drs. Joko Purwanto, MSi, UMP sekarang telah berubah menjadi perguruan tinggi disegani, tidak seperti 20 atau 30 tahun silam. Pada tahun-tahun itu, kata dia, UMP masih perlu banyak pembenahan dari sisi gedung, SDM, dan keuangan. Meski demikian, dengan kristalisasi keringat dan konsep matang, UMP dapat seperti saat ini.

“Bekerja harus memliki target, tidak hanya sebatas rutinitas, menyamakan persepsi bahwa kemajuan UMP adalah dukungan semua elemen yang harus diwujudkan. Apalagi, saat ini UMP memiliki cita-cita mendunia. Semua pihak harus bekerja sama untuk merealisasikan hal ini,” ungkap dia.

Dia mengungkapkan, setidaknya ada lima aspek yang menjadi fokus pengembangan UMP secara berkelanjutan, yakni pertumbuhan jumlah mahasiswa, modernisasi IT, ketersediaan dana, kesejahteraan dosen dan karyawan, dan ketepatan penggunaan anggaran. Menjelaskan, student body akan terus diupayakan naik tiap tahun. IT diintegrasikan untuk seluruh kebutuhan penjalanan manajemen UMP.

“Selain itu bagaimana menyukseskan program. UMP juga selalu memperhatikan kesejahteraan pegawai. Karyawan UMP yang akan memasuki usia pensiun kurang dua tahun, dapat mengajukan dana BHT sebesar 25% untuk kepentingan usaha. Menetapkan ketentuan kepesertaan Dana Pensiun Lembaga Keuangan (DPLK) yang dikelola oleh Bank Jateng sebesar 10% dari gaji pokok dan Dana Pensiun Muhammadiyah (DPM) yang dikelola oleh Pimpinan Pusat Muhammadiyah sebesar 5% dari gaji pokok untuk persiapan pensiun pegawai. Pada tahun 2015 - 2016 DPM telah memberikan manfaat dana pensiun kepada 1 orang pegawai edukatif dan  Sembilan orang pegawai non edukatif sebesar 2,5% x masa kerja x gaji pokok terakhir. Jaminan Hari Tua Jamsostek/BPJS, Jaminan asuransi kesehatan diberikan kepada semua pegawai termasuk pegawai kontrak,” paparnya.

 

Jadi menurutnya, untuk menjadikan target “UMP Makin Mendunia” nyata. Civitas akademika UMP wajib bahu-membahu untuk terus mengembangkan anggaran, student body,  SDM, dan kesejahteraan. “Akan tetapi, semua itu harus dijalankan dengan manajemen yang bagus. Ini karena, A Good Government is A Good Management. (Gun)

 

Page 2 of 2

<< Start < Prev 1 2 Next > End >>
  • Visi
  • Misi

“Menjadi Universitas Unggul, Modern dan Islami”.

1.Menyelenggarakan pendidikan, penelitian, dan pengabdian pada masyarakat secara    profesional serta menjalankan manajemen universitas sesuai dengan prinsip good university governance. 

2.Mengembangkan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni sesuai dengan tuntutan zaman.

3.Mengaktualisasikan prinsip-prinsip dan nilai-nilai Islam dalam penyelenggaraan universitas.